Oleh: Fadhilatus Syaikh Dr. Khalid bin Utsman as-Sabt
Alhamdulillah, segala puja dan puji hanya milik Allah Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah atas junjungan kita Nabi besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam, keluarga, para sahabat dan segenap pengikutnya hingga hari kiamat kelak.
Pembaca budiman, sebagai bukti kesungguhan kami melahirkan suasana akhlak dan perangai terpuji bagi segenap pegiat dakwah Ahlu Sunnah, maka di tengah kesibukan dan kerja dakwah yang menumpuk, kami tetap berupaya merampungkan terjemahan muhadharah “Akhlaq al-Kibar” [Akhlak Orang yang Berjiwa Besar] oleh Fadhilatus Syaikh Dr. Khalid bin Utsman as-Sabt. Demikian pula, kami berusaha memberi catatan kaki yang dapat memudahkan pembaca sekalian ruju’ [kembali] pada sumber aslinya. Tentunya, hal ini dipantik banyaknya tuntutan dari sebagian ikhwah yang mengharapkan kelanjutan edisi ceramah beliau tersebut, jazakumullahu khairan.
Disamping kami yakin, peran dan kedudukan akhlak yang mulia dalam kehidupan, khususnya dakwah ilallah begitu urgen. Karenanya, diantara tujuan diutusnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah untuk menyempurnakan akhlak yang baik. Demikian pula, bahwa ternyata begitu banyak bukti yang menunjukkan, bahwa keberhasilan dakwah tegak di atas landasan dan pengaruh akhlak mulia, yang disaksikan langsung oleh mad’u. Satu hal yang perlu kami tegaskan, lantaran terjemahan ini berpijak atas ceramah yang sifatnya audio, maka bahasa [terjemahan]nya-pun tidak keluar seratus persen dari uslub ceramah. Akhirnya, buat pembaca sekalian, selamat menyimak…
….Yunus Ash-Shadafi rahimahullah mengisahkan tentang Imam Asy-Syafi’i rahimahullah: “Saya tak pernah mendapati seorang yang paling hebat dari Asy-Syafi’i. Pernah suatu hari saya ber-munazharah [berdebat] dengannya dalam satu masalah kemudian berpisah. Saat bertemu, beliau lantas menggenggam tanganku seraya berkata: Wahai Abu Musa!, salahkah jika kita tetap menjadi saudara, kendati tidak sependapat dalam satu masalah?”.
Perhatikan pula contoh lain yang tak kalah mengagumkan dari Imam Ibnu Hubairah rahimahullah, seorang menteri yang sangat alim. Beliau dikaruniai wizarah [jabatan menteri], ilmu yang luas dan fiqih sekaligus. Disamping memiliki majelis yang dipadati para ulama dari seluruh madzhab yang empat.
Suatu hari, dalam majelisnya, beliau menyebutkan satu masalah yang termasuk mufradat Imam Ahmad bin Hambal. Tiba-tiba bangkit salah seorang fuqaha Malikiyah, Abu Muhammad al-Asyiiri rahimahullah seraya berkata, “Tidak! Imam Malik juga mempunyai pendapat demikian”.
Ibnu Hubairah rahimahullah terpaksa menghadirkan banyak kitab seraya berkata: “Kitab-kitab ini menyatakan, bahwa masalah ini termasuk pendapat yang hanya berasal dari Imam Ahmad, dan tidak dari ketiga imam lain-nya”.
Namun Abu Muhammad al-Asyiiri tetap pada pendiriannya, ”Tidak, pendapat ini juga dikatakan oleh Imam Malik.” Para ulama yang hadir dalam majelis saat itu berusaha meyakinkan, “Sungguh pendapat ini hanya bersumber dari Imam Ahmad, ketiga imam lainnya tak mempunyai pendapat semacam ini”.
“Tidak!, Pendapat ini telah dikatakan oleh Imam Malik”, sergah Abu Muhammad al-Asyiiri.
Maka Ibnu Hubairah rahimahullah marah dan menghardik, “Apakah anda ini binatang?!, Tidakkah anda mendengar pernyataan para ulama yang menyatakan bahwa masalah ini termasuk Mufradat Imam Ahmad, dan kitab-kitab ini juga menjadi saksinya?! Bagaimana anda tetap bersikukuh atas perkataan anda?!. Setelah itu majelis bubar.
Ikhwah fillah, bayangkan seandainya anda berada dalam majelis ini. Bayangkan seandainya anda termasuk salah satu dari kedua pihak itu. Bayangkan jika anda Ibnu Hubairah dan bayangkan pula jika anda adalah Abu Muhammad al-Asyiiri. Seandainya cuma anda berdua dan tidak ada orang lain, apakah anda akan menemuinya lagi?! Apakah anda akan mendatangi majelisnya?! Apakah anda menghadiri lagi kajiannya? Kemudian bagaimana sikap anda jika dia mengatakan hal itu kepada anda di depan banyak orang ?! Bisakah anda tidur pada malam itu?! Apakah anda berpikir untuk kembali lagi pada majelis itu?!
Namun pada hari berikutnya…Saat Ibnu Hubairah rahimahullah duduk di majelisnya dan hadir pula para ulama yang selalu bersama beliau. Sebagaimana biasa, sang pembaca absen memanggil satu persatu nama ulama yang hadir dan tidak. Kala nama Abu Muhammad al-Asyiiri disebut, Ibnu Hubairah rahimahullah tertegung dan berseru, “Tolong, berhenti sebentar!”. Tenyata Abu Muhammad al-Asyiiri pun tetap hadir. Seolah tidak pernah terjadi sesuatu di antara mereka berdua.
Ibnu Hubairah melanjutkan: “Kemarin al-Faqih Abu Muhammad al-Asyiiri mengeluarkan suatu pernyataan. Lalu saya mengatakan ucapan kurang pantas terhadapnya. Olehnya hari ini saya mohon kepada anda, wahai Abu Muhammad Al-Asyiiri, agar mengatakan hal yang sama terhadapku seperti yang telah saya ucapkan kemarin”.
Wahai saudara sekalian…Perhatikan ucapan beliau!, ”Maka hendaklah ia mengatakan hal yang sama terhadapku seperti yang telah saya katakan kemarin”, karena saya bukanlah yang terbaik dari kalian. Dan tidaklah saya melainkan individu dari kalian, yang juga sama seperti kalian”.
Kemudian, perhatikan pula pengaruh ucapan Ibnu Hubairah ini? Padahal perkataan kemarin hanya sebuah plesetan kata yang keluar tanpa sengaja. Abu Muhammad al-Asyiiri juga tidak menderita kerugian sedikit pun. Sebab ia hanya sebuah ucapan Ibnu Hubairah secara spontan.
Akhirnya majelis itu penuh dengan isak tangis. semua ulama menangis. Mereka begitu terharu dengan akhlak Ibnu Hubairah rahimahullah yang mulia ini. Majelis pun ramai dengan lantunan pujian dan doa buat Ibnu Hubairah lantaran keluhuran dan ketinggian akhlaknya
Bahkan Abu Muhammad al-Asyiiri sadar dan minta maaf, “Sayalah yang bersalah, mana mungkin saya membalas anda!”. Namun Ibnu Hubairah rahimahullah terus berkata, ”Tidak!, Anda harus tetap membalas dan meng-qishash saya”.
Akhirnya salah seorang ulama menengahi, ” Wahai tuan! Jika dia tidak mau membalas qishas, anda harus memberi jaminan padanya”. Ibnu Hubairah berkata: “Sekarang keputusan ada padanya. Wahai Abu Muhammad, berilah keputusan yang anda kehendaki!”.
Abu Muhammad al-Asyiiri menimpali, “Kebaikan anda padaku sangat banyak. Maka keputusan apakah yang mesti saya berikan?”.
“Anda tetap harus memberikan keputusan, karena saya terlanjur mengatakan ucapan buruk kepada anda”. Cegat Ibnu Hubairah.
“Baiklah, “Saya memiliki sisa hutang yang belum terlunasi sejak berada di Syam”.
“Anda diberi seratus dinar demi mengangkat dosa dan tanggungan saya”. Ujar Ibnu Hubairah. Lalu dinar-dinar itu diserahkan pada Abu Muhammad Al-Asyiiri, dan Ibnu Hubairah berkata, “Mudah-mudahan Allah memaafkan dan mengampuni anda dan saya”
Wahai saudara sekalian …Apakah kita juga seperti ini?! Jika dalam suatu majelis terjadi peristiwa tadi, maka bagaimana kelanjutannya?! Sudah jelas. Akan terjadi permusuhan di antara kita hingga Hari Kiamat. Hati menjadi sangat panas, benci, dan ingin membalas orang ini. Mudah-mudahan Allah melindungi kita semua.
silahkan buka situs2 islam bermanfaat:
45 komentar:
NAMA : DEDE MAULANA
KELAS : IX H
akhlak yg berjiwa besar itu sangat lah bagus.
nama:melin mustika
kelas:IX-A
sungguh mulia orang yang berjiwa besar
nama;hani sulatriani
kelas:1X-g
sebagai orang muslim kita harus jiwa yang besar
Sebagai muslim kta harus bisaa memliliki akhlaq yg berjiwa besar,,seprti yg sudah di ajarkan oleh nabi kita
NAMA : SITI.MASITOH
KELAS : IX-C
sebagai muslim kita hrus berahlaq yang baik,berjiwa besar dan berjiwa kuat,seperti yg tlah di contohkan oleh rosul kita.
Nama: Nina Ayu Fauziah
Kelas : IX-C
Kita sebagai orang islam harus bisa mempunyai akhlaqul karimah/akhlaq yang baik, akhlaq ini yang sangat di cintai oleh Allah Swt. kita juga harus bisa mencotoh Nabi dan Rasul yang mempunyai akhlaq jiwa yang besar.
Nama: Wulan kirani
kls: IX - A
"Akhlak mulia sungguh menakjubkan...,dengan akhlak mulia semua terasa indah dan penuh kedamaian"
Nama : Sartika Yusriyah
Kelas : IX - E
"Akhlak mulia berpengaruh besar terhadap kehidupan kita,dan akan menuntun kejalan yang dirahmati Allah Swt.Supaya tidak terjerumus dalam kesesatan"
NAMA : DHIYA FAKHIROH
KELAS : IX-A
"Kita sebagai manusia harus mempunyai akhlak yang mulia
nama : Hesi Nur Mardiah
kelas : IX E
subhannallah :) sungguh bahagia nya orang-orang yang berjiwa besar :) apalagi orang-orang yang berjiwa besar seperti Nabi kita Muhammad s.a.w , karena Nabi Muhammad s.a.w adalah suri teladan yang baik. dan sangat pantas untk di contoh atau di idlakan :)
nama : ima rahmawati
kelas : IX-E
assalamu'alaikum..
kita sebagai umat islam, sebaiknya harus memiliki akhlak berjiwa besar begitupun dengan saya. tetapi sebelum saya mealakukannya, saya mesti tahu dulu seperti apa akhlak berjiwa besar itu ??
Nama : Ayu nurjanah
Kelas : IX-E
Assalamu alaikum
mulia sekali orang yang ber akhlak mulia.
Nama : Andi MS
Kelas : IX B
Sebagai orang muslim kita harus mempunyai akhlak yang baik..
Nama : Nika Afrianti Sonia Fatimah
Kelas : IX - A
Sepetinya indah dan bagus jika kita menjalani hidup dengan aklak berjiwa besar!
Nama : Fitri Rahmah
Kelas : IX-A
Setiap orang muslim diwajibkan untuk mempunyai ahlaq yang mulia,seperti yang telah di contohkan para nabi dan rasul dahulu.
Nama: Hesti Adzani R
Kelas: IX-A
Kita sebagai umat MUSLIM,haruslah berusaha menjadi orang yg berakhlak baik dan mulia.
Nama: Ida
Kelas: IX-A
setiap manusia haruslah mempunyai akhlak yg baik semasa hidupnya.
Nama : Ade Irfan Farhan hidayat
kelas : 9d
Assalamualaikum
kita selaku umat islam haruslah memiliki akhlak yang baik dan jiwa yang besar agar masuk surga
nama :aditya rismawan
kelas:IX D
assalamualaikum
orang muslaim harus mempunyai ahklak yang baik kalau tidak kita tidak akan masuk surga
kita sebagai orang muslim harus memiliki jiwa yang besar karna sangat penting.
nama: dea silvia
kelas:IX-A
kita sebagai seorang muslim harus memiliki jiwa yang besar karena sangat penting
Nama : Shilvia Shinta Rahayu
Kelas : IX - C
Absen : 24
"Setiap orang diharuskan memiliki akhlak mulia yang baik dan berjiwa besar agar menjadi orang yang benar dan berguna bagi nusa, bangsa, dan agama" ... !!!
Nama : Dina Karenia
Kelas: IX-A
milikilah akhlak mulia didalam hidup kita jika kita ingin selamat di dunia dan di akhirat.
NAMA : TRI SUNDARI
KELAS : IX C
Kita selaku orang muslim harus mempunyai aklak yang mulia dan kepribadian berjiwa besar.
Nama: Anye Indahwati
Kelas: IX-A
Kita harus memiliki akhlak yang mulia, supaya bisa bahagia dan selamat dunia dan akhirat.
Nama: Nova Pratiwi
Kelas: IX-A
Kia sebagai orang muslim harus memiliki akhlak yang baik, karena dengan akhlak yang baik kita dapat bahagia didunia dan diakhirat,
NAMA : LUSI MARTINA
KELAS : IX A
berjiwa besar lah ,, krna kalau berjiwa besar kita akan di senangi oleh allah dan oleh orang lain ....
NAMA : SINDI SRI RAHAYU
KELAS : IX A
berjiwa besar adalah salah satu kunci untuk memper erat tali persaudaraan sesama umat muslim dan berjiwa besar juga di cintai oleh allah SWT.
Nama : Hera Nur Alviana
Kelas : IX C
Kita sebagai manusia haruslah mempunya ahlak yang terpuju agar disukai oleh banyak orang di sekitar kita
Nama : M.Sidiq Alamsyah
Kelas : 9D
Sungguh contoh akhlak yang baik dan patut kita contoh
Nama : Muhammad Fikri Yusuf
Kelas : IX-B
Sungguh Mulia Orang yg berahlak mulia seperti nabi Muhammad SAW maka dari itu Kita semua harus mencontoh akhlak Nabi Muhammad SAW.
Nama : farhan dzulkifli n
Kelas : IX-B
pak tolong bantu saya untuk memiliki jiwa yang besar
Nama : Saka Jayaprana
Kelas : 9B
kita sebagai umat manusia harus memiliki akhlak yang berjiwa besar yg di contohkan oleh rosulullah SAW.karna itu akan membawa kita pd kebaikan.
NAMA : FERI GUNAWAN
KELAS: IX B
sungguh mulia sekali orang yang memliki ahklak berjiwa besar,, seperyi rosulullah SAW,,, semoga kita semua digolongkan sebagai orang berjiwa besar ^^
NAMA : ARI RIDWAN M
KELAS ; IX-D
"SUBHANALLAH, sahabat sholehku, tiada kebahagiaan dalam hidup sesaat ini kecuali dalam KESUNGGUHAN TAAT kepada ALLAH & RASULNYA" (QS Yunus 62-64).
NAMA : ARI RIDWAN M
KELAS ; IX-D
"SUBHANALLAH, sahabat sholehku, tiada kebahagiaan dalam hidup sesaat ini kecuali dalam KESUNGGUHAN TAAT kepada ALLAH & RASULNYA" (QS Yunus 62-64).
NAMA : ARI RIDWAN M
KELAS ; IX-D
"SUBHANALLAH, sahabat sholehku, tiada kebahagiaan dalam hidup sesaat ini kecuali dalam KESUNGGUHAN TAAT kepada ALLAH & RASULNYA" (QS Yunus 62-64).
NAMA : ARI RIDWAN M
KELAS ; IX-D
"SUBHANALLAH, sahabat sholehku, tiada kebahagiaan dalam hidup sesaat ini kecuali dalam KESUNGGUHAN TAAT kepada ALLAH & RASULNYA" (QS Yunus 62-64).
NAMA : ARI RIDWAN M
KELAS ; IX-D
"SUBHANALLAH, sahabat sholehku, tiada kebahagiaan dalam hidup sesaat ini kecuali dalam KESUNGGUHAN TAAT kepada ALLAH & RASULNYA" (QS Yunus 62-64).
NAMA : ARI RIDWAN M
KELAS ; IX-D
"SUBHANALLAH, sahabat sholehku, tiada kebahagiaan dalam hidup sesaat ini kecuali dalam KESUNGGUHAN TAAT kepada ALLAH & RASULNYA" (QS Yunus 62-64).
Nama : aditya rismawan
Kelas : IX D
Assalamu'alaikum
Manusia yang mempunyai akhlak yang berjiwa besar akan membawa kebaikan pada diri kita...
nama : desri damayanti
kelas:Ix g
memang benar_benar mulia orang yang berjiwa besar ...
nama:RIDWAN TARDIWAN
KELAS;IX-B
Kita sebagai manusia harus memiliki jiwa yang besar sebagaimana yang telah dicontohkan oleh nabi besar kita yaitu NABI MUHAMMAD SAW karena itu kita harus menturuti jiwa nabi kita.
Nama : Ardeliani.Rachma
Kls : IX-C
untuk menjadi orang yang berjiwa besar sangatlah susah dan banyak sekali HTAG(Halangan,Tantangan,Ancaman,dan Gangguan).
Akan tetapi kita sebagai umat muslim haruslah berusaha menjadi orang yang berjiwa besar.
*Bismillah,,Kunfayakuun
Posting Komentar