Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Januari 2012

FILSAFAT  ILMU

  1. Jenis-jenis pengetahuan yang harus dilaksanakan, Jelaskan (sumber pengetahuan, alat untuk menggali ilmu pengetahuan dan cara mengukur kebenarannya)
Suber Ilmu Pengetahuan
Sumber Ilmu Pengetahuan adalah apa-apa yang ingin diketahui oleh manusia yang dapat dijangkau oleh daya pikir manusia yang dibantu pengindraannya dari alam, manusia dan agama
Alat untuk mengetahui Ilmu Pengetahuan.
Sebelum berbicara maslah alat kita harus tahu dulu tujuan dari Ilmu Pengetahuan, yaitu tercapainya kebenaran. Untuk mencapai tujuan, yaitu kebenaran.
Ada empat sumber pengetahuan yaitu :
a).  Secara empiris, yaitu melalui pengalaman.
b).  Rasionalisme, yang lebih mengutamakan pada kemampuan akal sebagai dasar kepastian pengetahuan.
c).  Intuisi, adalah merupakan hasil dari evolusi pemahaman yang tinggi.
d).  Wahyu, merupakan sumber pengetahuan yang paling tinggi, juga merupakan penyampaian pengetahuan langsung dari Allah S.W.T. melalui nabi dan rosul-Nya tanpa upaya, tanpa bersusah payah dan tanpa memerlukan waktu untuk mendapatkannya.
Pengetahuan ada yang di ditempuh dengan cara dan jalan tertentu ysng dikenal dengan methode Ilmu Pengetahuan atau methode Ilmiah.
Cara atau jalan yang dilallui oleh proses Ilmu Pengetahuan sehingga mencapai kebenaran adalah macam-macam, tergantung kepada sifat ilmu itu sendiri, ilmu pengetahuan alamkah atau ilmu social ?.
Cara atau jalan methode ilmiah secara umum yaitu :
1 ). Pengumpulan (koleksi) data dan fakta
2 ). Pengamatan (Observasi) data dan fakta
3 ). Pemilihan (seleksi) data dan fakta
4 ). Penggolongan (klasifikasi) data dan fakta
5 ). Penafsiran (interpretasi) data dan fakta
6 ). Penarikan kesimpulan umum (generalisasi).
7 ). Perumusan (hipotesa).
8 ). Pengujian (verifikasi) terhadap hipotesa melalui riset, empiric dan eksperimen.
9 ). Penilaian (evaluasi), menerima atau menolak atau menambah, atau merubah
 hipotesa.
10). Perumusan teori ilmu pengetahuan dan
11). Perumusan dalil atau hokum ilmu pengetahuan. (selengkapnya lihat pada tabel)
 Berikut ini adalah contoh-contoh makalah koleksi pribadi penulis;

KUMPULAN MAKALAH KOLEKSI PRIBADI

NoM a t e r iKategoriFormatLink
1FILSAFAT ILMUMakalahdoc.fileDownload
2SEBAB KEHANCURAN ABBASIAHMakalahdoc.fileDownload
3TUJUAN PENDIDIKAN ISLAMMakalahdoc.fileDownload
4MENGEMBALIKAN HAKEKAT GURU DAN BERGURUMakalahdoc.fileDownload
5KESADARAN DIRIMakalahdoc.fileDownload
6TAKHRIJ HADITS INDIVIDUMakalahdoc.fileDownload
7PENDIDIKAN ANAK MENURUT AL-QURANMakalahdoc.fileDownload
8LANGKAH PENY. KURIKULUMMakalahdoc.fileDownload
9MANUSIAMakalahdoc.fileDownload
10HAKEKAT PENDIDIKANMakalahdoc.fileDownload
11ASAL DAN ESENSI MANUSIAMakalahdoc.fileDownload
12KAJIAN PENDIDIKAN DARI BULUGHUL MARAMMakalahdoc.fileDownload
13GRAND THEORY OF AL Fadil smt 2Makalahdoc.fileDownload

Selasa, 10 Januari 2012

MAKALAHKU
Integrasi Dikotomi Ilmu & Pend. Islam

BAB I
PENDAHULUAN
Dalam dataran konsep ideal, islam diyakini sebagai agama yang memilki ajaran sempurna komprehensif dan universal. Menurut penafsiran sebagian cendekiawan, ajaran islam memuat semua sistem ilmu pengetahuan. Tidak ada dikotomi dalam sistem keilmuan islam.
Namun, kenyataan yang terjadi sebaliknya, muncul pemisahan antara kelompok ilmu profan yaitu ilmu-ilmu keduniaan yang melahirkan perkembangan sains dan teknologi dihadapkan pada ilmu ilmu agama pada sisi lain. Dengan tanpa penjelasan yang tepat, ilmu agama kemudian disebut sebagai ilmu islam, sementara sains dan teknologi disebut sebagai ilmu umum.
Akibatnya, selama beberapa dekade persoalan dikotomi ilmu yang dihadapi dunia islam tak pernah berhenti dan selalu dihadapkan pada pembedaan antara apa yang disebut ilmu islam dan non islam, ilmu barat dan ilmu timur. Bahkan tampak lebih parah ketika dikotomi antara ilmu pengetahuan dan teknologi.
Khusus dalam bidang pendidikan, dikotomi ilmu ini menjalar sebagai satu bentuk pembedaan antara sekolah agama dan sekolah umum. Sekolah agama secara khusus diwakili oleh madrasah sedangkan sekolah umum menempati kontradiksinya.
Lebih jauh dikotomi ilmu ini merambah ke dalam sistem Pendidikan Islam, dengan munculnya dikotomi sekolah umum pada satu sisi dan sekolah madrasah yang merupakan perwakilan sekolah agama pada sisi lain. Kondisi ini lebih parah dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Agama pada tahun 1975 yang telah mempersamakan kedudukan sekolah umum dengan madrasah yang masih berstatus sekolah agama.
Akibatnya, penunggalan dalam pendidikan islam makin rancu pada penggunaan istilah bagi semua jenis, jenjang, model, dan bidang studi. Pendidikan islam yang lebih tepat bagi sebutan institusi yang mandiri sering dipakai bergantian pendidikan agama islam sebagai bagian dari sebuah institusi. Pendidikan agama islam yang lebih tepat bagi sekolah umum disebut pula dengan pendidikan islam atau sebaliknya, tanpa penjelasan konseptual. Sekolah islam, madrasah dan pesantren yang tepat disebut pendidikan islam acap disebut pendidikan islam atau sebaliknya. Di sekolah ini pun masih terdapat pembelajaran pendidikan agama islam.
Pada tahap akhir, untuk mengaplikasikan gagasan integrasi ilmu dan pendidikan islam adalah dengan cara menerapkan pokok pokok pikiran integrasi kedalam beberapa persoalan mendasar dalam dikotomi ilmu dan pendidikan islam. Oleh sebab itu pada pembahasan akhir dalam makalah ini banyak membahas tentang berbagai persoalan mendasar berkaitan dengan dikotomi ilmu maupun pendidikan islam.
Secara khusus, pembahasan yang disajkan pada tahap akhir ini mengarah pada telaah ; dikotomi ilmu, pendidikan islam dan pendidikan agama islam. Dari berbagai persoalan yang muncul di dalam tiga objek telaah tersebut, gagasan integrasi ilmu dan pendidikan islam akan diuji coba diterapkan untuk membangun satu bentuk susunan ilmu pendidikan islam yang integratif........Selengkapnya

Rabu, 17 Agustus 2011

Makalah

Berikut ini adalah contoh makalah pendidikan agama islam dengan judul "ULUMUL QUR'AN"


BAB  I
PENDAHULUAN

Al-Qur'an adalah Kitab Allah yamg memiliki karakteristik atau keistirmewaan dengan firman-firman-Nya yang diberikan kepada Rasul dan Nabi terakhir Muhammad  SAW.  merupakan sumber pertama dan utama bagi ajaran Islam dan menjadi pedoman hidup bagi umat, baik menyangkut kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat.
Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab, sejak 14 abad lebih dijadikan  pedoman ummat Islam, tidak satu huruf pun mengalami perubahan. Padahal dalam studi perbandingan agama ditemukan bahwa bahasa suatu bangsa dapat berubah dalam masa  100 tahun. Sedangkan Al-Qur'an sampai saat ini tetap terjaga keasliannya. Umat Islam sekarang sama membacanya seperti orang dulu membacanya, tidak ada perubahan sama sekali. Inilah salah satu keistimewaan Al-Qur'an dari sekian banyak keistimewaannya yang tidak dapat disamai oleh kitab-kitab lainnya, disamping gaya bahasanya yang indah dengan kandungan-kandungan makna yang menakjubkan bagaikan cahaya yang terpancar dari setiap sudut permata yang tidak akan habis untuk digali, keasliannya akan selalu tetap terjamin untuk selama-lamanya. Mengapa demikian?  Karena Allah telah menjamin keberadaannya sebagaimana firman-Nya :

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya".

Pedoman Al-Qur'an merupakan hukum abadi yang tidak terbatasi oleh teritorial wilayah negara. Keberadaannya tidak bisa disamakan dengan nota kesefahaman yang kadang berubah dengan cepatnya atau dengan pedoman sejarah yang sering di tulis berdasarkan subyektifitas pribadi. Sedangkan pedoman manusia di dunia sifatnya sementara, tidak kekal. Sebutlah faham Sosialisme Karl Marx yang spektakuler dan mampu mempengaruhi Eropa dengan konseptualisasi ajaran-ajarannya yang dikembangkan oleh penerus-penerusnya justru menemui jalan buntu di penghujung abad ke- 20. begitu pun dengan faham kapitalis yang dikembangkan oleh dunia barat  yang didominasi Amerika Serikat dan Britania kini mulai dikritik dan dimusuhi, mereka yang menjadi motor utama dalam mempengaruhi perkembangan dunia pada umumnya, telah menjadikan peranan agama dipisahkan dengan masalah dunia. Dalam pandangan mereka agama adalah candu bagi masyarakat yang meninabobokan mereka dalam keterbelakangan (backwarness). Sementara itu dalam perkembangan globalisasi saat ini, muncul pandangan bahwa agama ialah kumpulan acara-acara ritual dan prinsip-prinsip sakral yang hanya dilakukan ditempat-tempat ibadah, seperti mesjid, gereja, pura,  dan sebagainya. Dan muncul pula pemikiran sekuler yang mengatakan bahwa Al-Qur'an hanyalah pedoman hidup dalam mesjid saja. Hal ini disebabkan pengaruh sekulerisme barat yang terhadap agama mereka...........selengkapnya

Klik disini